Sistem Lembaga Pendidikan Unggulan Amanatul Ummah
Diposting tanggal: 31 Mei 2010

Sejak awal pendirian lembaga ¡ni, DR. KH Asep Saifuddin Chalim menyadari bahwa langkah untuk mewujudkan cita-citanya tidak akan berhasil jika dilakukan dengan standar yang umum saja. Artinya, lembaga ini harus bergerak dengan pola pikir yang luar biasa yakni keluar dan pakem standar (out of the box), seperti berikut ini :

 

1. The 24-hour-Care System

Pada umumnya lembaga pendidikan menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar antara 7 sampai jam 8 setiap hari. Sementara ¡tu, Pondok Pesantren Amanatul Ummah memberikan layanan pendidikan selama 24 jam penuh, dengan alokasi waktu untuk: (1) pelajaran agama Islam (muadalah) berbasis kurikulum AI-Azhar, Mesir, (2) pelajaran umum berbasis Kurikulum Nasional dan Cambridge University, (3) sholat wajib, sholat Tahajjud, sholat Hajat dan sholat Dhuha, (4) aktivitas pribadi, seperti : makan, istirahat, tidur dan konsultasi kepada para pembimbing yang stand-by setiap saat sampai larut malam (5) muatan tokal dan ketrampilan khusus seperti kewirausahaan dan kepedulian Iingkungan hidup, dan (6) kegiatan ekstrakurikuler seperti olahraga, kesenian, dan ketrampilan.

 

2. Program Dauroh (Pengkajian dan Pembelajaran Ulang)

Karena keterbatasan waktu, tenaga dan dana, sampai sejauh ini, tidak satu lembaga pendidikan manapun melakukan program pengulangan (review) proses pembelajaran tuntas atas muatan kurikulum. Tidak demikian dengan Pondok Pesantren Amanatul Ummah. Sejak berdiri, lembaga ini telah meIakukan program pengulangan ketuntasan kurikulum yang disebut dengan Program Dauroh (pengkajian dan pembelajaran ulang). Cakupan program ¡ni adalah mulai dari kelas 1 sampai kelas 3 dan dilaksanakan pada semester akhir yang dilakukan 10 kali diakhiri dengan evaluasi-hasil melalui pengulangan umum (general rehearsal). Tujuannya: (1) memastikan bahwa setiap peserta didik telah menerima dan memahami seluruh muatan kurikulum nasional, (2) memastikan bahwa setiap peserta didik telah memiliki kompetensi sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan, dan (3) memastikan bahwa setiap peserta didik telah dilayani secara tuntas dan utuh.

 

3. Standar Layanan dan Lulusan

Dalam dunia pendidikan tingkat dasar dan menengah (dikdasmen) di Indonesia dapat diamati adanya 2 fenomena yang menarik, yaitu: (1) hampir semua siswa pada sekolah-sekolah favorit/unggulan, ternyata masih menjadi anggota lembaga bimbingan belajar, dan (2) menjamurnya lembaga-lembaga bimbingan belajar hampir di setiap kota di seluruh Indonesa. Hal ini menunjukkan: (a) siswa merasa bahwa apa yang diberikan oleh sekoiah adalah belum mencukupi untuk bias bersaing, dan (b) tìngginya animo masyarakat terhadap lembaga bimbingan belajar, hal ini mengindikasikan adanya keraguan masyarakat terhadap ketuntasan proses belajar mengajar di sekoiah. Semua inilah yang mendorong Pondok Pesantren Amanatul Ummah untuk menyelenggarakan pendidikan yang utuh dan tuntas. Artinya, bahwa proses belajar mengajar harus menghasilkan lulusan yang dapat bersaing memperebutkan kursi pada jenjang lebih tinggi (misalkan perguruan tinggi) sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing, tanpa perlu lagi mengikuti les pada lembaga bimbingan belajar. Disamping itu layanan Pondok Pesantren Amanatul Ummah tidak hanya berhenti pada menyelenggaraan proses belajar sampai peserta didik mengikuti ujian nasional (UNAS) saja, akan tetapi lebih daripada itu,termasuk mengurusi untuk mendapatkan beasiswa baik dalam negeri maupun luar negeri. Dengan kata lain, setiap lulusan diarahkan, dipandu dan dibantu sepenuhnya untuk masuk pendidikan lebih lanjut, tanpa lagi merepotkan para wali-santri.

 

4. Program Matrikulasi

Menurut imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali : “ salah satu dari delapan kriteria pendidik yang baik adalah memahami adanya perbedaan potensi yang dimiliki peserta didik “. Oleh karena itu, para pendidik harus melaksanakan proses belajar-mengajar sedemikian rupa dengan memperhatikan perbedaan potensi individu para siswanya sehingga seluruh siswa akan merasa terlayani dengan baik. Bagaimana cara memenuhi kríteria ini? Langkah cerdas yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Amanatul Ummah adalah penerapan program matrikulasi bagi seluruh siswa baru, sebelum dìmulainya proses belajar mengajar dilaksanakan. Dengan program matrikulasj ini, maka perbedaan potensi antar siswa akan menjadi rendah atau dengan kata lain setiap siswa mempunyai bekal-dasar yang relatif hampir sama. Hal inilah kemudian akan memudahkan bagi para pendidik untuk melaksanakan seluruh satuan acara pembelajaran (SAP) yang telah direncanakan dan kontrak pembelajaran dengan baik, sehingga menghasilkan lulusan kometitif. Sampai sejauh ini, belum dijumpai sekolah yang menyelenggarakan program matrikulasi dalam mengakomodasi realita perbedaan potensi antar siswa.

 

5. Terjangkau

Berdasarkan survey terhadap para orang tua murid, ternyata dipéroleh jawaban bahwa biaya pendidikan di Pondok Pesantren Amanatul Ummah adalah terjangkau karena relatif murah dibandingkan dengan lembaga lain. Mengapa demikian? Jawaban para responden mengatakan bahwa lembaga ini sebagai pondok pesantren (boarding school) telah menyediakan layanan lengkap, yaitu: (a) pendidikan umum yang berkualitas dengan proses pembelajaran tuntas, utuh dan dengan sistem yang unik dan unggul sehingga tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk tambahan pelajaran pada lembaga bimbingan belajar yang cukup mahal, (b) pendidikan agama (muadalah) dengan standar kurikulum Al-Azhar,Mesir, sehingga ijazahnya diakuj oleh beberapa perguruan tinggi Islam di luar negeri antara lain termasuk AI-Azhar, Mesir sendiri, dan (c) pendidikan ekstrakurikuler dalam berbagai bentuk kegiatan, yakni olahraga, kepramukaan, kesenian (qosidah modern, terbang al-banjari, teater dan sebagainya), pembinaan kewirausahaan dan ketrampilan (pembuatan bakso, tempe, tahu, aksesoris jilbab dan sebagainya) seria pendidikan karakter/softskills. Alasan lain adalah Pondok Pesantren Amanatul Ummah merupakan satu-satunya lembaga pendidikan sekolah menengah atas (SMA dan Aliyah) yang memberikan layanan kepada para siswa sampai memasuki perguruan tinggi yang diminati baik dalam negeri maupun luar negeri dan sekaligus membantu untuk memperoleh bea-siswa dari Kementerian Pendjdikan Nasional, Kementrian Agama maupun sumber lain.